Minggu, 19 April 2009

Sejarah Pemikiran Para Filsuf

nama : Endang wahyuningsih
kelas: P. matematika NR C 07
NIM : 07301244004

Berikut adalah jawaban "Ujian Sisipan I Filsafat"
1. Thales
Thales adalah filsuf pertama sebelum masa Sokrates. Menurutnya, zat utama yang menjadi dasar segala materi adalah air. Salah satu siswanya yang paling menonjol adalah Anaximander.
2. Anaximander
“Dunia hanyalah salah satu dari banyak sekali dunia yang muncul dan sirna yang disebutnya sebagai yang tak terbatas”.
3. Anaximenes
Anaximenes beranggapan bahwa sumber dari segala sesuatu pasti¬lah "udara" atau "uap." Air adalah udara yang dipadatkan. Dia juga beranggapan bahwa api adalah udara yang dijernih¬kan. Menurut Anaximenes, udara karenanya adalah asal-usul tanah, air, dan api. Tanah, udara, dan api se¬muanya dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan, namun sumber dari segala sesuatu adalah udara atau uap.
4. Heraclitus
Heraclitus beranggapan bahwa perubahan terus-menerus dan mengalir yang merupa­kan ciri alam paling mendasar. Segala sesuatu mengalami perubahan terus-menerus dan selalu bergerak, tidak ada yang menetap. Jika kita pergi ke suatu tempat untuk kedua kalinya pasti akan ditemui situasi dan kondisi yang berbeda. Heraclitus mengemukakan bahwa dunia itu dicirikan dengan adanya kebalikan. Tidak dapat mengatahui rasa manis karena tidak tahu seperti apa rasanya pahit. Baik dan buruk mempunyai tempat sendiri-­sendiri dalam tatanan dari segala sesuatu. Tanpa saling-pengaruh antara dua hal yang berkebalikan itu maka dunia tidak akan pernah ada.
5. Pythagoras
Pythagoras dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan. Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).
6. Parmenides
Parmenides beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada pasti telah selalu ada, gagasan ini tidak asing bagi orang-orang Yunani. Sudah selayaknya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini abadi. Tidak ada sesuatu yang dapat muncul dari ketiadaan dan tidak ada sesuatu pun yang ada dapat menjadi tiada. Parmenides beranggapan bahwa tidak ada yang disebut perubahan aktual, tidak ada yang dapat menjadi sesuatu yang berbeda dari yang sebelum­nya. Namun disadari bahwa alam selalu berubah te­rus-menerus. Hal ini dirasakan oleh panca indera bahwa segala sesuatu berubah, sesuatu yang tidak dapat disamakan dengan apa yang disebut dengan akal.
7. Zeno
Zeno terkenal dengan paradox-paradoksnya, yang paling terkenal adalah paradoks Achilles dan kura-kura. Terkenal karena orang Yunani gagal menjelaskan paradoks ini. Butuh waktu ribuan tahun sebelum matematikawan dapat menjelaskannya. Paradoks Achilles dan kura-kura kira-kira seperti ini :
Pelari tercepat (A) tidak akan bisa mendahului pelari yang lebih lambat (B). Hal ini terjadi karena A harus berada pada titik B mula-mula, sementara B sudah meninggalkan (berada di depan) titik tersebut.
Zeno menganalogikan paradoks ini dengan membayangkan lomba lari Achilles dan seekor kura-kura. Keduanya dianggap lari dengan kecepatan konstan dan kura-kura udah tentu jauh lebih lambat. Untuk itu, si kura-kura dikasih keuntungan dengan start awal di depan, katakanlah 100 meter. Ketika lomba sudah dimulai, Achilles akan mencapai titik 100 m (titik di mana kura-kura mula-mula). Tetapi si kura ini juga pasti sudah melangkah maju, jauh lebih lambat memang, katakanlah dia baru melangkah 10 meter. Beberapa saat kemudian Achilles berada di titik 110 m, tapi si kura lagi-lagi udah melangkah maju. Demikian seterusnya, setiap kali Achilles berada pada titik di mana kura-kura tadinya berada, si kura-kura sudah melangkah maju. Artinya, Achilles, secepat apa pun dia berlari ngga akan bisa mendahului kura-kura (selambat apa pun dia melangkah).
8. Empedocles
Empedocles berpendapat bahwa debat antara Parmenindes dan Heraclitus disebabkan penyebab karena memang ada kesenjangan antara apa yang dikemukakan akal dengan panca indera tidak akan dapat disatukan jika didasarkan pada satu sudt pandang.
9. Anaxagoras
Anaxagoras berpendapat bahwa alam diciptakan dari partikel­-partikel sangat kecil yang tak dapat dilihat mata dan jumlahnya tak terhingga dengan bagian-­bagian yang jauh lebih kecil lagi, dan masih dapat dipecah ke dalam bagian yang paling kecil lagi.
10. Democritus Leucippus
Democritus Leucippus mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Karyanya dijadikan sebagai pelopor ilmu fisika materi yang menutup kemungkinan akan adanya intervensi Tuhan atau dewa. Demokreitos juga menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan.
11. Protagoras
Protagoras menyatakan bahwa “ Individu sebagai entitas yang bebas merdeka sehingga tidak ada kewajiban baginya untuk menyumbang apapun ,selain kewajiban yang diatur dalam hukum positif”.
12. Gorgias
Gorgias adalah seorang filsuf sisilia, deklamator, dan ahli pidato. Dia dianggap oleh banyak ulama untuk menjadi salah satu pendiri sofisme , gerakan tradisional yang terkait dengan filosofi ,dengan menekankan pada aplikasi praktis dari retorika terhadap kehidupan sipil dan politik.
13. Socrates
Socrates merupakan filsuf pertama yang memulai filsafatnya dengan mengandalkan sepenuhnya rasio atau akal budi manusia dan meninggalkan jauh mistis yang saat itu mulai ditinggalkan oleh bangsa Yunani. Namun ia dihukum mati karena telah dianggap meracuni pikiran kaum muda , tidak percaya dewa-dewa , dan membuat agama baru.
14. Plato
Karya Plato yang paling terkenal ialah Republik ("negeri") di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".
15. Aristoteles
Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.
16. Epicurus
17. Epicurus Ia menyampaikan filosofi yang paling meyakinkan bahwa individu dapat hidup tenang dalam kebahagiaan, dibentengi terus dengan kenikmatan pengalaman sederhana.
18. Pyrrho
Pyrrho merupakan titik awal untuk filosofi gerakan yangt dikenal dengan pyrrhonism. Pendapat pyrrho bahwa “kami tidak dapat sepenuhnya memahami alam, tidak mengetahui dengan pasti apakah suatu pernyataan itu benar atau salah dan tidak dapat membangun sebuah system etika yang lemah sehingga pantas.
19. Euclid
Euclid dijuluki sebagai “Bapak Geometri”. Karyanya yang paling terkenal adalah bukunya yang berjudul “ Elemen” yang berisi tentang kumpulan aksioma-aksioma dalam geometri.
20. Archimedes
Penemuan Archimedes berpengaruh dalam bidang Fisika dan Matematika. Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati. Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental
21. Appolonius
Adalah seorang ahli ilmu ukur dari Yunani. Karya-karyanya mempunyai pengaruh yang sangat besar pada pengembanagan Matematika dan terkenal buku conics , di dalamnya memperkenalkan istilah parabola, ellips, dan hiperbola.
22. Ptolemy
Ptolemy adalah seorang ahli anstronomi, matematika, dan ahli ilmu bumi dari Yunani. Ptolemy berpengaruh pada teori tentang tata surya, sekarang dikenal dengan system “Ptolemaic”
23. Thomas Aquinas
Thomas Aquinas adalah seorang imam dari gereja katolik di Dominika. Karya-karyanya yang paling terkenal yaitu Summa Theologica dan Summa Contra Gentiles.
24. Pemikiran Thomas Hobbes
Pemikiran Hobbes yang membuat di terkenal adalah Leviathan atau commenwelth Pemikiran Hobbes yang penting adalah mengenai social contract (perjanjian bersama, perjanjian masyarakat, kontrak sosial). Perjanjian ini mengakibatkan manusia-manusia bersangkutan menyerahkan segenap kekuatan dan kekuasaannya masing-masing kepada seseorang atau pada suatu majelis. Gerombolan orang yang berjanji itu pun menjadi satu dan ini bernama Commonwealth atau Civitas. Pihak yang memperoleh kekuasaan itu mewakili mereka yang telah berjanji. Jadi menurut Hobbes, isi perjanjian bersama itu mengandung dua segi: pertama, perjanjian antara sesama sekutu, sehingga tercipta sebuah persekutuan, dan kedua, perjanjian meneyerahkan hak dan kekuasaan masing-masing kepada seseorang atau majelis secara mutlak. Menurutnya, penguasa dapat mempergunakan segala cara termasuk kekerasan untuk menjaga ketentraman yang dikehendaki di awal. Walaupun Hobbes mengatakan bahwa penguasa dapat berupa majelis, tetapi ia lebih suka melihatnya berada di tangan satu orang karena seseorang akan dapat berpegang terus pada satu kebijakan dan tidak berubah-ubah karena banyaknya pemikiran seperti dalam majelis. Walaupun menurutnya kekuasan bersifat mutlak, tetapi ada beberapa hal yang membolehkan rakyat untuk menentangnya.
25. John Locke
John Locke mempunyai posisi tersendiri dikalangan tokoh-tokoh revolusi Prancis , selain itu ia sebagai Bapak pendiri (Founding Fathers) Amerika Serikat . John Locke juga dikenal sebagai peletak dasar Liberalisme.

1 komentar:

Marsigit mengatakan...

Selanjutnya saya tunggu elegi perbincangan matematika